INFOPUBLIK.CO – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan pernyataan keras terkait gelombang protes yang melanda negaranya. Ia mengklaim memiliki bukti keterlibatan pihak asing yang menginstruksikan para demonstran untuk melakukan tindakan kekerasan ekstrem demi menciptakan pertumpahan darah.

Dalam pertemuan dengan para duta besar asing pada Senin (12/1), Araghchi mengungkapkan keberadaan bukti digital yang menunjukkan adanya koordinasi dari luar perbatasan Iran untuk menyasar aparat keamanan dan masyarakat umum.

“Kami memiliki rekaman pesan suara yang dikirim dari luar negeri kepada para teroris [perusuh]: jika ada polisi, tembak polisi. Jika tidak, serang warga sipil,” tegas Araghchi, sebagaimana dikutip oleh kantor berita SNN Iran.

Misi Pertumpahan Darah
Menurut Araghchi, pesan-pesan tersebut secara spesifik menekankan bahwa tujuan utama dari aksi tersebut bukanlah aspirasi politik, melainkan peningkatan jumlah korban jiwa secara signifikan. Pernyataan ini muncul di tengah laporan jatuhnya korban jiwa, baik dari pihak aparat maupun demonstran, dalam bentrokan di sejumlah kota.

Baca Juga :  Viral! Amanda Manopo dan Kenny Austin Resmi Menikah, Momen Romantis yang Bikin Netizen Meleleh!

“Pesan tersebut menekankan penambahan jumlah korban dan pertumpahan darah sebagai tujuan utama,” tambahnya.

Akar Masalah Ekonomi dan Eskalasi Politik
Gelombang protes di Iran meletus sejak akhir Desember 2025, dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap krisis ekonomi. Pelemahan nilai tukar rial yang drastis memicu inflasi tinggi dan lonjakan harga kebutuhan pokok di tingkat grosir maupun eceran.

Baca Juga :  Heboh! Perang Debu dan Blokade di Legok-Parung Panjang, Jalanan Lumpuh 2 Kilometer

Krisis ini telah memakan korban di jajaran elit pemerintahan dengan mundurnya Gubernur Bank Sentral Iran, Mohammad Reza Farzin. Situasi semakin memanas sejak 8 Januari 2026, setelah muncul seruan aksi dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi 1979.

Kendali Situasi dan Blokade Digital
Menanggapi eskalasi yang terjadi, otoritas Iran mengambil langkah tegas dengan memblokir akses internet secara luas. Langkah ini diklaim sebagai upaya untuk meminimalkan pengaruh dan intervensi asing terhadap para demonstran.

Baca Juga :  Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Khamenei Tanggapi Serangan Udara Israel di Iran

Meskipun bentrokan dengan slogan anti-pemerintah sempat meluas, Araghchi meyakinkan komunitas internasional bahwa pemerintah Iran kini telah memegang kendali penuh.

“Situasi terkendali,” ujar Araghchi di hadapan para diplomat. Namun, ia menekankan bahwa pembatasan internet akan tetap diberlakukan hingga situasi keamanan benar-benar kondusif.

Pernyataan Menlu Iran ini menandakan sikap teguh Teheran dalam menghadapi tekanan domestik maupun internasional, sembari menuding pihak luar sebagai dalang di balik destabilisasi keamanan nasional mereka.(red)