INFOPUBLIK.CO – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meluncurkan serangan simbolis tajam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah memanasnya hubungan kedua negara. Melalui akun resminya di platform X, Khamenei mengunggah ilustrasi sarkofagus firaun kuno yang hancur dengan wajah menyerupai Trump, sebuah peringatan keras bagi para penguasa yang ia sebut sebagai “tiran masa kini.”

Unggahan tersebut disertai pesan dalam bahasa Persia yang menyejajarkan nasib Trump dengan tokoh-tokoh sejarah yang dikenal akan keangkuhannya namun berakhir tragis.

“Para penguasa arogan yang berusaha menguasai dunia, seperti Firaun, Nimrod, Reza Khan, dan Mohammad Reza, akhirnya tumbang saat berada di puncak kekuasaan. Yang satu ini juga akan dijatuhkan,” tulis Khamenei, merujuk langsung pada Presiden AS.

Baca Juga :  Meningkatkan Kerja Sama Bilateral, Delegasi DPR RI Temui Parlemen Uzbekistan

Eskalasi Ketegangan Global
Pesan provokatif ini muncul sebagai balasan atas serangkaian ancaman yang dilontarkan Trump terhadap kepemimpinan Iran. Ketegangan semakin meruncing seiring keterlibatan narasi luar negeri terhadap gelombang protes besar yang sedang mengguncang internal Iran.

Iran dalam Gejolak: Krisis Ekonomi dan Korban Jiwa
Sejak 28 Desember 2025, Teheran dan puluhan kota lainnya di Iran dilanda unjuk rasa besar-besaran. Pemicu utamanya adalah ambruknya nilai tukar rial yang menyeret kondisi ekonomi ke titik terendah, memicu kemarahan publik atas lonjakan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga :  Bukan Hantu, Tapi Maling! Pria Ber-Mukena Jebol Plafon Minimarket di Sepatan, Akhirnya "Keok" di Tangan Polisi

Meskipun pemerintah Iran belum merilis data korban secara resmi, skala kekerasan dilaporkan sangat mengkhawatirkan:

  • Korban Jiwa: Lembaga hak asasi manusia HRANA memperkirakan sedikitnya 544 orang tewas, mencakup demonstran dan aparat keamanan.
  • Aparat yang Gugur: Kantor Berita Tasnim melaporkan sedikitnya 109 anggota keamanan tewas dalam bentrokan berdarah beberapa hari terakhir.
  • Penangkapan Massal: Lebih dari 10.681 demonstran dilaporkan ditahan di 585 lokasi yang tersebar di 186 kota di seluruh provinsi Iran.
  • Korban Luka: Diperkirakan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka akibat eskalasi di lapangan.
Baca Juga :  Polsek Batuceper Amankan Tiga Remaja yang Hendak Tawuran di Tangerang

Demokrasi di Ujung Tanduk
Di saat dunia internasional memantau ketat situasi hak asasi manusia di Iran, retorika “Firaun” dari Khamenei menunjukkan bahwa Teheran lebih memilih jalur konfrontasi ideologis daripada diplomasi lunak. Otoritas Iran bersikeras bahwa kerusuhan ini bukan sekadar protes ekonomi, melainkan agenda destabilisasi yang disokong oleh kekuatan asing, terutama Amerika Serikat.

Blokade digital dan pembatasan informasi masih terus berlanjut di seluruh negeri seiring upaya pemerintah untuk meredam pengaruh luar yang dianggap memanaskan suasana.(red)