INFOPUBLIK.CO – Kepolisian New South Wales (NSW) tengah melakukan investigasi intensif menyusul pengiriman surat berisi ancaman kekerasan ekstrem yang ditujukan ke Masjid Lakemba, Sydney Barat Daya, pada Kamis (22/1). Insiden ini memicu peningkatan keamanan besar-besaran di seluruh kota menjelang peringatan Hari Australia.

Surat yang menggemparkan publik tersebut berisi ancaman pembunuhan dan kekerasan yang menargetkan komunitas Timur Tengah, masyarakat adat Australia (First Nations), serta sejumlah tokoh politik.

Baca Juga :  Parade Budaya dan Profesi, Wujud Nyata Pendidikan Bermutu di SMKN 12 Kabupaten Tangerang

Isi Ancaman yang Mengerikan

Organisasi Islamophobia Register Australia menyatakan bahwa dokumen tersebut secara eksplisit menyerukan aksi kekerasan yang direncanakan bertepatan dengan perayaan Hari Australia pada 26 Januari mendatang.

Asisten Komisaris Kepolisian NSW, Brett McFadden, dalam konferensi pers yang digelar Jumat (23/1), mengecam keras isi surat tersebut dan menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak memberikan toleransi terhadap tindakan teror semacam ini.

“Isinya benar-benar mengerikan. Kami bekerja dengan cermat dan cepat untuk mencari tahu siapa yang menulis dokumen ini dan siapa yang menyebarkannya,” tegas McFadden di hadapan media.

Peningkatan Keamanan Skala Besar

Menanggapi ancaman tersebut, Kepolisian NSW telah menyusun strategi pengamanan ketat. Sebanyak 1.500 petugas kepolisian akan dikerahkan dan disiagakan di berbagai titik strategis di Sydney selama perayaan Hari Australia berlangsung.

Baca Juga :  BRICS Perluas Keanggotaan, Tambahkan Indonesia dan 12 Negara Lain sebagai Mitra

Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan bahwa kelompok-kelompok yang menjadi target ancaman mendapatkan perlindungan maksimal.

Baca Juga :  Lima Orang Tewas Usai Menenggak Minuman Beralkohol Oplosan di Kabupaten Karawang

Respons Komunitas

Lembaga pemantau Islamofobia mendesak masyarakat untuk tetap waspada namun tenang. Investigasi saat ini difokuskan pada pelacakan forensik dokumen dan rekaman pengawas di sekitar lokasi pengiriman untuk mengidentifikasi pelaku di balik pesan kebencian tersebut.

Kepolisian NSW juga mengimbau siapa pun yang memiliki informasi terkait pengiriman surat ini untuk segera melapor melalui Crime Stoppers.(red)