INFOPUBLIK.CO-Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengungkap perannya dalam perjalanan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga berhasil menduduki kursi Presiden Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan JK dalam konferensi pers di Jakarta, di tengah kembali mencuatnya polemik terkait tudingan ijazah palsu terhadap Jokowi.

Dalam keterangannya, JK menyebut bahwa dirinya termasuk salah satu pihak yang mendorong Jokowi untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta pada masa lalu. Menurutnya, langkah tersebut menjadi titik awal penting yang kemudian membawa Jokowi ke panggung politik nasional hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden RI.

Baca Juga :  Polsek Batuceper Amankan Tiga Remaja yang Hendak Tawuran di Tangerang

“Dari awal saya melihat potensi beliau, dan mendorong untuk maju di Jakarta. Dari situlah kemudian menjadi batu loncatan ke tingkat nasional,” ujar JK.

Lebih lanjut, JK menilai perjalanan politik Jokowi tidak lepas dari proses panjang serta dukungan berbagai pihak. Ia menekankan bahwa kepemimpinan Jokowi merupakan hasil dari dinamika politik yang berkembang saat itu.

Baca Juga :  AHY Umumkan Pemberian Surat Rekomendasi Pilkada 2024 Secara Bertahap

Selain membahas peranannya, JK juga turut menanggapi isu yang kembali ramai diperbincangkan terkait keaslian ijazah Presiden Jokowi. Ia menyarankan agar polemik tersebut diselesaikan secara terbuka guna menghindari spekulasi yang berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Kalau memang ingin mengakhiri polemik, sebaiknya ditunjukkan saja dokumen aslinya agar jelas dan tidak menimbulkan perdebatan terus-menerus,” tambahnya.

Baca Juga :  Kamala Harris Janji Akhiri Perang di Gaza Jika Terpilih sebagai Presiden AS

Pernyataan JK ini pun memicu berbagai respons dari publik, terutama di media sosial. Sebagian pihak menilai keterbukaan diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik, sementara yang lain menganggap isu tersebut seharusnya tidak lagi diperdebatkan.

Hingga saat ini, polemik terkait ijazah Presiden Jokowi memang kerap muncul kembali ke permukaan, meski sebelumnya telah beberapa kali dibantah oleh pihak terkait.(els)