INFOPUBLIK.CO – Dalam sebuah langkah strategis yang menandai perluasan jangkauan globalnya, aliansi BRICS, yang sebelumnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, secara resmi telah menambahkan 13 negara baru sebagai negara mitra. Pengumuman ini disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang sedang berlangsung di Kazan, Rusia.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bahas Dampak Kebijakan Ekonomi AS dengan Dewan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka

Negara-negara yang baru bergabung meliputi Indonesia, Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Turki, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam. Keputusan ini tidak hanya menguatkan posisi BRICS di panggung internasional tetapi juga membuka peluang bagi kerjasama yang lebih intensif dalam berbagai sektor seperti perdagangan, investasi, infrastruktur, dan politik.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam pidatonya di KTT menyatakan, “Dengan ekspansi ini, BRICS memasuki babak baru dalam usahanya untuk membentuk dunia yang lebih inklusif dan representatif. Kemitraan dengan negara-negara baru ini akan memperkuat komitmen kita terhadap pembentukan tatanan global yang multipolar, yang tidak hanya menguntungkan Barat tetapi juga seluruh dunia.”

Baca Juga :  Meningkatkan Kerja Sama Bilateral, Delegasi DPR RI Temui Parlemen Uzbekistan

Perluasan keanggotaan ini juga dipandang sebagai respons BRICS terhadap kebutuhan global akan alternatif terhadap lembaga-lembaga yang didominasi oleh negara-negara Barat, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Baca Juga :  Pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris Mundur sebagai Aksi Protes Terhadap Penjualan Senjata ke Israel

Ekspansi BRICS ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama ekonomi dan politik antarnegara anggota, serta memberikan dampak positif terhadap stabilitas global dan pembangunan ekonomi yang lebih seimbang.(red)