INFOPUBLIK.CO – Sejumlah aktivis mendesak Tim Seleksi (Timsel) untuk mencoret nama Soma Atmaja dari bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang. Tuduhan kecurangan mewarnai proses seleksi ini, dengan Soma, yang saat ini menjabat sebagai Plh Sekda, diduga hanya memasukkan delapan nama calon.

Ketua Komite Independen Penyelamat Anak Bangsa (KIPANG), Haris, menuduh Soma melakukan kecurangan dengan sengaja menjegal pesaing kuatnya, Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air, Iwan Firmansyah, serta Dr. H. Slamet Budhi Mulyanto, M.Si. Soma juga disinyalir menempatkan namanya sendiri di posisi teratas dari delapan peserta.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Tekankan Pentingnya Pemerintahan Bersih dari Dendam Politik

“Soma diduga kuat melakukan kecurangan. Sebagai Pj Sekda, dia mencalonkan dirinya sendiri dan menempatkan namanya di posisi teratas. Kami menuntut agar namanya dicoret dan dia diberhentikan sebagai Plh Sekda,” ujar Haris.

Haris juga mendesak Pj Bupati Andi Ony dan DPRD untuk bertindak atas dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Soma. Ia menuntut proses seleksi yang transparan dengan mengganti seluruh Timsel lama dengan tim baru yang independen.

Baca Juga :  Ketua Umum SMSI, Firdaus Ucapkan Selamat Kepada Wong Chun Sen Sebagai Ketua DPRD Medan Periode 2024-2029

“Jelas terlihat Soma berusaha mempertahankan jabatannya dengan berbagai cara. Pj Bupati harus bertindak, karena ini mencoreng nama baik pemerintahan Kabupaten Tangerang,” tambah Haris.

Selama menjabat, kinerja Soma dikritik karena dinilai buruk. Koordinasi antar lembaga dinilai kacau, dan hubungan internal Pemda terganggu, memicu ketidakstabilan.

“Kinerjanya sebagai PJ Sekda sangat buruk, memicu ketegangan internal. Jika Soma terus dipaksakan menjabat Sekda definitif, saya khawatir roda pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik,” tegas Haris.

Baca Juga :  Perdana Menteri China Dorong Inovasi dan Investasi Asing di Industri Robot

Proses seleksi ini melibatkan delapan calon, dengan Soma Atmaja di posisi pertama, diikuti Drs. Hendar Herawan, Drs. Ashrof Farhan Firzada, Drs. Ahmad Taufik, Drs. Saifullah, Drs. Ujang Sudiartono, Muhammad Hidayat, dan Dra. Tini Wartini. Aktivis berharap perubahan dalam proses seleksi ini untuk menjaga integritas dan transparansi.(wld)