INFOPUBLIK.CO – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Prof. Ir. Yassierli, bersama Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KSPSI, Jumhur Hidayat, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Acara pembukaan berlangsung di Hotel Istana Nelayan, Jatiuwung, Kota Tangerang, pada Rabu, 12 November 2025.
Mengusung tema “Transformasi Serikat Pekerja untuk Menciptakan Ekosistem Kerja yang Kondusif, Produktif, dan Berkeadilan”, Munas III FSP KEP KSPSI digelar selama dua hari, dari 12 hingga 13 November 2025. Agenda utama Munas ini adalah membahas kebijakan strategis, mengevaluasi program kerja, menyusun rencana ke depan, serta memilih kepemimpinan baru.
Dalam sambutannya, Menaker Prof. Ir. Yassierli menjelaskan bahwa kaum buruh harus menjadi lebih informatif dan produktif agar dapat bersaing dan memberikan manfaat bagi kemaslahatan bersama.
“Kita harus paham bahwa Indonesia ini besar. Kita punya tantangan terkait penegakan norma kerja, norma K3, isu kesejahteraan, jaminan sosial, dan hubungan industrial. Untuk itu, saya selalu mencoba mencari solusi, dan salah satunya adalah teman-teman serikat pekerja yang harus berani bersuara (speak up) agar bisa kita tindak lanjuti bersama,” jelasnya.
Selain mengapresiasi penyelenggaraan Munas III FSP KEP KSPSI, Menaker juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas kaum buruh melalui berbagai pelatihan. Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga kolaborasi yang efisien dalam hubungan industrial demi mencapai kesejahteraan bersama.
“Tantangan besar kita ke depan adalah produktivitas tenaga kerja. Bagaimana buruh, pekerja, dan serikat pekerja dapat berkolaborasi dalam program skilling, reskilling, dan upskilling. Ini harus kita jawab bersama,” terang Prof. Ir. Yassierli.
Di akhir sambutannya, ia berharap Munas III FSP KEP KSPSI dapat berjalan lancar dan menjadi ajang koordinasi, konsolidasi, serta kolaborasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang ada.
“Kita harus terus bekerja sama, karena tantangan kita tidak ringan dan kompleks dari Sabang sampai Merauke. Selamat melaksanakan Munas ke-3 FSP KEP KSPSI. Tetap kompak dan teruslah memberikan kontribusi konkret untuk rakyat, buruh, dan pekerja,” tandasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) FSP KEP KSPSI, Dedi Sudarajat, mengungkapkan bahwa Munas yang digelar lima tahun sekali ini tidak hanya bertujuan memilih kepengurusan baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momen untuk mengevaluasi pencapaian dan menyusun program kerja strategis untuk periode selanjutnya.
“Ini adalah agenda lima tahunan sesuai AD/ART kita. Tujuan utamanya tentu memilih pengurus baru. Selain itu, kami akan menyusun program untuk lima tahun ke depan serta meninjau pencapaian lima tahun terakhir sebagai tolak ukur,” ungkapnya.
Dedi juga mengapresiasi kehadiran Menaker dan Ketua Umum DPP KSPSI, yang dinilainya dapat memberikan wawasan dan motivasi bagi kemajuan serikat pekerja.
“Kami sangat berbahagia dan bangga atas kehadiran Pak Menaker di tengah kesibukan beliau. Ini menunjukkan bahwa pemerintah saat ini pro-buruh. Beliau hadir memberikan wejangan dan terobosan luar biasa mengenai kolaborasi yang baik, terutama terkait produktivitas dan penerapan K3 yang sangat penting,” kata Dedi.
Selain agenda internal, Dedi menegaskan bahwa Munas ini juga akan fokus mengawal kebijakan strategis pemerintah, khususnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang baru.
“Prioritas kami adalah mengawal RUU Ketenagakerjaan yang drafnya telah kami serahkan ke Komisi IX DPR RI. Target kami, RUU tersebut sudah dapat disahkan menjadi undang-undang pada tahun 2026,” pungkasnya. (red)


Tinggalkan Balasan