INFOPUBLIK.CO – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan program revolusioner Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang SMA yang akan diterapkan secara luas mulai tahun 2027. Program ini dirancang khusus bagi siswa yang memiliki kesibukan di luar sekolah seperti bekerja, berkarier sebagai atlet, maupun mereka yang tinggal di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta wilayah perbatasan seperti Kalimantan-Malaysia.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Terima Penghargaan Order of Zayed dari Presiden Abu Dhabi

PJJ hadir sebagai jawaban atas beragam tantangan yang selama ini menghambat akses pendidikan, mulai dari keterbatasan geografis, kendala ekonomi, hingga masalah administrasi kewarganegaraan. Dengan model pembelajaran hybrid yang fleksibel, siswa dapat mengikuti pelajaran secara daring dan luring sesuai kebutuhan, bahkan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab keluarga atau jadwal latihan atletik mereka.

Baca Juga :  Intip Kisah Sukses Saidah, Agen Brilink yang Punya Bisnis Beromset Ratusan Juta

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan, “Masih banyak anak putus sekolah karena harus bekerja atau sulit mengakses pendidikan. Lewat program PJJ, siswa cukup hadir satu hari dalam seminggu saja di sekolah, sementara sisanya belajar mandiri melalui modul dan bimbingan guru yang juga akan rutin mengunjungi sekolah terdekat.”

Baca Juga :  Dana Jumbo Rp107 Miliar vs Tukin Rp350 Ribu: Jeritan PPPK Banten di Balik Kemilau Anggaran Pemprov

Selain itu, Kemendikdasmen juga meluncurkan beasiswa ADEM (Akses Pendidikan untuk Daerah 3T) yang memberikan kesempatan bagi siswa dari daerah tertinggal untuk melanjutkan pendidikan di Pulau Jawa. Pada tahun ajaran 2025/2026, sudah tercatat 93 siswa yang aktif mengikuti program ini melalui sekolah terbuka dan Community Learning Center (CLC).