INFOPUBLIK.CO – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas pada Selasa (10/6) untuk membahas kesiapan pembentukan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall yang akan dibangun sepanjang pantai utara Pulau Jawa.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya proyek ini sebagai upaya strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan dan sosial yang kerap dialami wilayah pesisir, seperti banjir rob, penurunan permukaan tanah (land subsidence), serta krisis air bersih.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025.

“Pembentukan Giant Sea Wall diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah air rob yang merugikan masyarakat pesisir, meredam penurunan permukaan pantai, sekaligus berfungsi sebagai reservoir air bersih,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Pemerintah Perkuat Kualitas Pendidikan Matematika di Tingkat Dasar

Rapat terbatas ini dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, antara lain Menteri PUPR, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mereka membahas berbagai aspek teknis, pendanaan, serta dampak lingkungan yang perlu diperhatikan agar proyek berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Hadiri Pemakaman Mgr Petrus Turang: Penghormatan untuk Pemimpin Penuh Integritas

Pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan Giant Sea Wall dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar, serta mengedepankan prinsip transparansi dan partisipasi publik.

Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga ketahanan wilayah pesisir yang memiliki peran vital dalam perekonomian nasional.(red)