INFOPUBLIK.CO – Di bawah terik matahari Jakarta, sebuah keputusan besar bagi masa depan energi Indonesia lahir dari Istana Merdeka. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menginstruksikan percepatan masif pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh pelosok negeri. Langkah berani ini diambil sebagai tulang punggung target swasembada energi nasional yang mandiri dan berkelanjutan.

Prioritas 13 Gigawatt: Menyalakan Desa dari Langit
Dalam rapat terbatas hari ini, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan strategi “fast-track” pemerintah. Dari ambisi besar 100 gigawatt, pemerintah menetapkan 13 gigawatt sebagai prioritas utama tahap awal yang akan difokuskan pada daerah dengan infrastruktur distribusi yang siap.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Ucapkan Terima Kasih kepada Rakyat Indonesia dalam Sidang Tahunan MPR RI 2024

“Targetnya menyentuh semua desa. Namun, prioritas awal adalah 13 gigawatt di titik-titik distribusi yang sudah ada agar manfaatnya segera dirasakan rakyat,” ujar Rosan di hadapan awak media.

Investasi Raksasa & Pabrik Lokal: Akhir Tahun Tuntas!
Bukan sekadar rencana, ekosistem industri tenaga surya ini telah didukung investasi nyata senilai 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp22 triliun) untuk pembangunan pabrik komponen lokal. Hebatnya, proyek ini diproyeksikan rampung pada akhir tahun 2026.

“Investasi sudah masuk. Akhir tahun ini selesai, sehingga proyek PLTS kita akan menggunakan 100% produksi dalam negeri. Kita tidak hanya beli teknologi, kita bangun industrinya,” tambah Rosan optimis.

Baca Juga :  Heboh! Perang Debu dan Blokade di Legok-Parung Panjang, Jalanan Lumpuh 2 Kilometer

Prototipe Sumenep Jadi Cetak Biru Nasional
Rosan juga mengungkapkan keberhasilan prototipe PLTS berkapasitas 1 megawatt di Kabupaten Sumenep yang dikembangkan oleh Danantara. Keberhasilan ini akan segera ditinjau oleh tim gabungan Kementrian ESDM dan Mendikti untuk kemudian di-roll out atau diproduksi massal secara nasional.

Skema Pendanaan Inovatif: Kolaborasi Global & Swasta
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendanaan tidak boleh menjadi penghambat. Melalui Danantara, pemerintah membuka pintu lebar bagi pihak swasta yang memiliki keahlian teknologi panel surya dan baterai (storage) tercanggih.

Baca Juga :  Garuda Muda Tampil Perkasa! Tumbangkan Thailand Lewat Adu Penalti, Indonesia U-23 Lolos ke Final Piala AFF 2025

“Presiden mendorong penggunaan berbagai skema pendanaan, baik domestik maupun kemitraan swasta global. Kita mencari teknologi terbaik agar energi surya ini efisien dan murah untuk rakyat,” tegas Rosan.

Membangun Masa Depan Hijau
Langkah ini mempertegas posisi Indonesia dalam peta energi hijau dunia. Dengan memanfaatkan potensi matahari yang melimpah, pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen untuk memastikan setiap rumah di Indonesia mendapatkan akses listrik yang bersih, murah, dan mandiri.(pw)