INFOPUBLIK.CO-Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, merespons pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan rupiah, terutama di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada banyak mata uang global.
Dalam keterangannya kepada awak media, Airlangga menyampaikan bahwa fluktuasi nilai tukar merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, termasuk kebijakan moneter negara maju seperti Amerika Serikat. Kenaikan suku bunga acuan The Fed serta ketidakpastian ekonomi global disebut menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
“Pemerintah terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah. Kondisi ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga negara lain yang terdampak penguatan dolar AS,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong kuat. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkendali, serta kinerja ekspor yang masih cukup baik. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memastikan likuiditas di pasar tetap terjaga.
Selain itu, berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk meredam gejolak, termasuk optimalisasi penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional (Local Currency Transaction/LCT), serta menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.
Airlangga juga mengimbau masyarakat dan pelaku pasar untuk tidak panik terhadap fluktuasi yang terjadi. Menurutnya, kondisi ini masih dalam batas wajar dan pemerintah memiliki instrumen yang cukup untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar.
“Yang penting adalah kita menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar. Pemerintah bersama otoritas terkait akan terus mengambil langkah yang diperlukan,” jelasnya.
Pemerintah memastikan akan tetap waspada terhadap perkembangan global yang dinamis, sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional agar tetap berjalan sesuai target.(els)


Tinggalkan Balasan