INFOPUBLIK.CO – Nasib tragis tengah menimpa warga Pulau Tunda, permata wisata bahari Kabupaten Serang. Alih-alih menjadi surga bagi wisatawan, pulau ini kini berubah menjadi “zona isolasi” akibat kiamat infrastruktur, krisis energi yang parah, dan pelayanan kesehatan yang kosong.
Janji April yang Menjadi Mimpi Buruk
Kekecewaan warga mencapai puncaknya setelah janji Pemerintah Kabupaten Serang untuk memulihkan aliran listrik pada bulan April lalu tidak pernah terealisasi. Hingga pertengahan Mei 2026, Pulau Tunda masih terbungkus kegelapan.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang rusak total telah melumpuhkan denyut nadi kehidupan warga Desa Wargasara. Kondisi ini semakin kritis karena Pulau Tunda tidak masuk dalam zona distribusi BBM, membuat pasokan solar untuk genset sangat langka dan mahal.
”Bupati menjanjikan listrik akan ada di bulan April, nyatanya sampai saat ini tidak ada infonya sama sekali. Kami merasa dibiarkan dalam gelap,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Dermaga Ambruk: Gerbang Ekonomi Hancur
Satu-satunya dermaga utama yang menjadi akses vital bongkar muat logistik dan kapal penumpang telah ambruk. Hal ini memutus jalur utama bagi wisatawan open trip dari Pelabuhan Karangantu dan menyulitkan pengiriman kebutuhan pokok bagi warga. Ambruknya dermaga ini bukan sekadar kerusakan fisik, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa siapa pun yang mencoba naik-turun kapal.
Krisis Kesehatan: Puskesmas Tanpa Bidan
Kondisi paling memprihatinkan terjadi pada sektor pelayanan publik dasar. Di tengah gelapnya malam dan sulitnya akses air bersih, warga harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tidak ada bidan yang bertugas di Puskesmas setempat.
Ketidakhadiran tenaga medis ini menjadi ancaman maut bagi ibu hamil dan warga yang membutuhkan pertolongan darurat. Tanpa listrik, tanpa dermaga yang layak, dan tanpa tenaga medis, Pulau Tunda seolah dibiarkan “tenggelam” dalam ketidakpastian.
Poin Utama Krisis Pulau Tunda:
- Listrik Padam Total: PLTS rusak dan janji perbaikan dari pemerintah pada April 2026 meleset.
- Akses Putus: Dermaga utama Desa Wargasara ambruk, membahayakan keselamatan dan mematikan ekonomi wisata.
- Darurat Medis: Puskesmas tanpa bidan, warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dasar.
- Langka Energi: Tidak masuk zona distribusi BBM membuat warga kesulitan mendapatkan solar.
Tuntutan Warga
Warga mendesak aksi nyata—bukan sekadar janji—dari Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten untuk segera mengirimkan bantuan darurat, memperbaiki infrastruktur energi, dan menempatkan tenaga medis yang menetap di pulau.
Tentang Pulau Tunda:
Pulau seluas ~300 hektar di Kabupaten Serang ini merupakan destinasi wisata unggulan dengan potensi terumbu karang dan lumba-lumba. Namun, krisis saat ini mengancam keberlangsungan hidup lebih dari ratusan kepala keluarga di Desa Wargasara.(red)


Tinggalkan Balasan