INFOPUBLIK.CO – Kota Cilegon dinobatkan sebagai wilayah kedua terkritis pasca-Tangerang dalam konteks kerawanan selama Pilkada Serentak 2024 di Provinsi Banten. Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara, mengungkapkan hal ini dalam acara simulasi pengamanan pilkada yang diadakan hari ini di depan Mapolres Cilegon.

Menurut AKBP Kemas, berdasarkan laporan intelijen, Cilegon berada di urutan kedua dalam tingkat kerawanan. “Meskipun kami berada di posisi yang cukup rawan, kami telah mempersiapkan strategi pengamanan yang melibatkan kerjasama erat dengan TNI, Satpol-PP, Dishub, dan Brimob untuk mengantisipasi segala bentuk ancaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Kontroversi Laga Indonesia Vs Bahrain: AFC Akan Pertimbangkan Pertandingan di Tempat Netral

Kondisi politik yang memanas di Kota Cilegon diidentifikasi sebagai faktor utama meningkatnya risiko. Kapolres menambahkan, “Kami akan proaktif melakukan pendekatan dengan para kandidat, tim sukses, dan penyelenggara kampanye untuk menekan potensi konflik.”

Baca Juga :  PGRI Kecamatan Legok Gelar Lomba Peringati HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025, Perkuat SDM dan Silaturahmi Guru

Dalam kesiapan menghadapi Pilkada 2024, Polres Cilegon telah mengatur strategi pengamanan yang meliputi peningkatan jumlah personel dari 400 menjadi 500 orang. AKBP Kemas menekankan bahwa pengamanan akan dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari proses pemungutan suara di TPS, distribusi logistik pemilihan, hingga penanganan situasi kerusuhan.

Baca Juga :  Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Potensi Gempa Bumi Megathrust di Selat Sunda, Kabupaten Bekasi Keluarkan Surat Edaran

Selama simulasi pengamanan yang diadakan, ratusan personel polisi juga melakukan demonstrasi yang melibatkan skenario menghadapi protes publik yang berpotensi menjadi kerusuhan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas dalam menjaga keamanan selama periode pemilihan.(red)